Digelar Tanpa Penonton Klub Liga Inggris Harus Bayar Kompensasi Hak Siar

Advertisement






20/4/2020 29/1/2019

Digelar Tanpa Penonton Klub Liga Inggris Harus Bayar Kompensasi Hak Siar

Liga Inggris 2019-2020 telah ditangguhkan sejak Maret 2020, selama hampir 2 bulan ditangguhkan  membuat klub-klub kontestan Liga Inggris mengalami penurunan pemasukan yang drastis karna tidak adanya pertandingan, selain itu juga pemasukan klub yang hilang juga dari sektor merchandise dan hak siar televisi, terutama pertandingan Premier League.

Liga Inggris bergulir kembali pada 1 Juni 2020 dan digelar tertutup tanpa penonton. Klub-klub Liga Inggris harus membayar kompensasi atau mengembalikan uang pada pemegang hak siar domestik dan internasional.

Kabar itu mengemuka dari pertemuan virtual Premier League dengan klub-klub Liga Inggris pada Senin, 11 Mei 2020. Meski kompetisi bisa dilanjutkan namun klub-klub dipastikan harus membayar kompensasi yang cukup besar kepada pemegang hak siar.

Pembayaran harus dilakukan sesuai dengan perjanjian awal yang dilakukan antara Premier League, klub dan lembaga pemegang hak siar, dalam hal seperti ini klub dan Premier League dianggap sudah melanggar perjanjian terkait dengan jadwal yang terganggu.

Hak siar mempunyai peranan penting bagi kekuatan finansial klub-klub Liga Inggris dengan jumlah yang diterima dengan jumlah yang diterima secara merata jika disiarkan secara internasional.

Namun, nominal tersebut akan berbeda untuk hak siar domestik bergantung pada jumlah pertnadingan yang disiarkan secara langsung.

Dalam rapat virtual, perwakilan klub Liga Inggris telah membahas mengenai kelanjutan kompetisi, pembahasan mengenai waktu kapan digelar kembali kompetisi Liga Inggris juga didiskusikan dan kemungkinan besar sisa kompetisi dilanjutkan secara tertutup tanpa penonton.

Hal tersebut merupakan kabar buruk bagi klub karena pertandingan tertutup tanpa penonton berkaitan dengan dengan hak siar.

Estimasi nominal awal refund ke lembaga hak siar sebesar 350 juta pounds (sekitar Rp 6,4 triliun). Angka tersebut harus dibayar walaupun kompetisi dilanjutkan mengingat sekitar 47 laga telah disiarkan secara langsung.

Masalah lebih besar untuk klub-klub dan Premier League akan terjadi jika kompetisi benar-benar dibatalkan. Apabila kompetisi berhenti jumlah yang harus dibayar klub menjadi lebih besar. Berhentinya kompetisi akan membuat klub-klub diwajibkan membayar refund senilai 760  juta pounds (sekitar 13,9 triliun) ke lembaga pemegang hak siar.

Tapi sepertinya hal itu tidak akan terjadi karena Liga Inggris dipastikan bergulir kembali pada 1 Juni 2020, kepastian itu terjadi setelah adanya izin melanjutkan kompetisi Liga Inggris dari pemerintah.

BACA JUGA : Serie A akan dimulai lagi, Juventus kumpulkan semua pemain

Kompetisi ini digelar ditengah pandemic Covid-19 yang belum reda.

Izin kelanjutan Liga Inggris itu tercantum dalam dokumen berjudul “Our Plan to Rebuild: The UK Government’s COVID-19 Recovery Strategy”.

Meski sudah mendapatkan izin pertandingan tetap digelar secara tertutup dan tanpa penonton demi mencegah risiko terjadinya kontak fisik dan penumpukan masa.

Pemerintah Inggris telah menerbitkan dokumen setebal 50 halaman untuk mengizinkan acara kebudayaan dan olahraga berlangsung.

Pemerintah telah mengeluarkan panduan untuk keluar dari masa karantina, tetapi harus tetap mengikuti standar protokol kesehatan.

Ini merupakan kabar baik untuk semua pecinta Liga Inggris dan tentunya untuk klub-klub Premier League.

Seperti yang diketahui Premier League telah diberhentikan sejak 13 Maret 2020, Liga Inggris musim ini masih menyisakan 92 pertandingan sisa yang akan dimainkan. Klub-klub Premier League saat ini telah kembali memulai latihan di tempat latihan dengan mengikuti protocol kesehatan dari pemerintah.

Sebelum Liga Inggris ditunda akibar virus corona, Premier League sudah memasuki matchday ke-29 dengan Liverpool memimpin puncak klasemen sementara dengan perbedaan poin cukup jauh dengan pesaing mereka dengan mengumpulkan 82 poin.