Perbedaan Rapid Test Dan Swab Test

Advertisement

Perbedaan Rapid Test Dan Swab Test

Kondisi Indonesia terkini mengenai Covid-19 ini ternyata belum benar-benar mereda bahkan masih mengalami penambahan disetiap daerah nya. data covid-19 Indonesia saat ini 01 Juli 2020, terkonfirmasi 57,770+1,385 kasus. Dirawat 29,241. Meninggal 2934. Sembuh 25,592. Perubahan akan tetap berlanjut setiap harinya.

Dilihat dari hasil yang terus bertambah, Indonesia masih belum bebas dari virus tersebut, selain itu tes untuk mendeteksi adanya terpapar covid-19 yakni menggunakan PCR (Polymerase Chain Reaction) atau yang biasa disebut dengan test swab. Untuk mendeteksi apakah terpapar virus tersebut yakni ada beberapa metode test swab dan rapid test, berikut perbedaannya.
Perbedaan Test Swab Dan Rapid Test

Dua metode yang sekarang digunakan untuk mendeteksi covid-19 ini yakni dengan cara tes swab dan rapid tes, kenali perbedaanya dibawah ini.

Jenis Sempel
Metode rapid test yang dipakai di Indonesia, yakni dengan mengambil sedikit darah, nah, sedangkan untuk test swab yaitu dengan menggunakan sempel lendir yang diambil bagian tenggorokan maupun hidung, yang paling sering dipakai sih dari dalam hidung ya.

Dikutip dari halodoc.com bahwa seseorang yang terpapar covid-19 memiliki gajala-gajala diantaranya sebegai berikut.
  • Hidung beringus.
  • Sakit kepala.
  • Batuk.
  • Sakit tenggorokan.
  • Demam.
  • Merasa tidak enak badan.
  • Demam yang mungkin cukup tinggi bila pasien mengidap pneumonia.
  • Batuk dengan lendir.
  • Sesak napas.
  • Nyeri dada atau sesak saat bernapas dan batuk.
Cara Kerja
Cara kerja rapid test ini yaitu menggunakan IgM dan IgG yang berada pada bagian dalam darah keduanya itu adalah sejenis seperti antibodi yang terbentuk ditubuh manusia ketika mengalamai infeksi virus tersebut, bila terpapar virus tersebut, nah, ketika itu jumlah IgM dan IgG didalam tubuh manusia mengalami penambahan.

Metode rapid test dengan mengambil sempel darah, yakni bisa memperlihatkan adanya IgM dan IgG yang bersarang ditubuh manusia, bila memang ada, maka ketika itu juga hasil rapid test nya dinyatakan positif terpapar virus.

Namun, perlu diketahui bahsanya hasil itu bukanlah diagnosis yang menggambarkan terinfeksi yang sekarang melanda Indonesia bahkan dunia yakni yang biasa disebut virus corona ya.

Perlu digaris bawahi bahwa orang yang dari hasil rapid test nya positif, perlu menjalankan pemeriksaan tindak lanjut, yakni dengan cara pemeriksaan swab hidung boleh juga swab tenggorokan, banyak yang bilang pemeriksaan ini jauh lebih akurat, kenapa bisa dibilang seperti itu?, karena virus ini akan melekat/menempel ditenggorokan atau hidung pada bagian dalam, ketika virus masuk ketubuh manusia.

Sempel lendir dari hasil swab ini nanti nya akan diambil kemudian barulah diperiksa melalui metode PCR (Polymerase Chain Reaction). Nah, dengan begitu bisa dibilang final atau akhir dengan pemeriksaan ini, yang memperjelas apakah adanya virus SARS-COV2 penyebab virus corona di dalam tubuh manusia.

Kelebihan Dan Kekurangan Rapid Test
Yang menjadi faktor kelebihan rapid test ini yaitu test ini begitu cepat, selain cepat test ini juga mudah untuk dilakukan ya. Sedangkan untuk kekurangan rapid test ini yakni tidak bisa digunakan buat mendiagnosis virus corona, yang artinya orang yang sudah melakukan rapid test harus menjalankan pemeriksaan lebih lanjut lagi.

Sedangkan orang yang negitif, idealnya harus mengulang rapid test kembali 7 sampai 10 hari kemudian, bila waktu nya tidak memungkinkan buat mengulangnya, maka diharuskan isolasi didalam ruangan atau rumah selama 14 hari bahkan lebih. dengan seperti hal tersebut disebabkan IgM dan IgG, yakni antikbodi yang sebelumnya menjadi melalui rapid test, karena harus membutuhkan waktu sekitar tujuh hari hingga antibodi itu terbentuk dulu.

Pada intinya kalau pasien melaksanakan pemeriksaan rapid test pada hari itu juga pedahal baru terpapar covid-19, jadi besar kemungkinan maka hasilnya pasti negatif, yang ini biasa dinamakan false negative bisa dibilang hasilnya tidak maksimal.