Begini Cara Penangangan Luka Dengan Bantuan Plester Yang Benar

Advertisement






20/4/2020 29/1/2019

Begini Cara Penangangan Luka Dengan Bantuan Plester Yang Benar

Salah satu benda yang wajib ada pada kotak P3K (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan) adalah plester luka. Sekarang ini sudah banyak plester luka yang bagus, benda satu ini ternyata sangat membantu untuk mempercepat penyembuhan luka.

Soal luka, semua kita pasti tidak pernah luput dari terluka, baik di tangan, kaki, wajah, atau bagian tubuh lainnya. Kebanyakan masarakat Indonesia saat terluka akan langsung menutup luka dengan plester atau bahkan diperban kalau lukanya cukup besar.

Penggunaan plester luka sudah dilakukan sejak zaman Sebelum Masehi. Orang-orang menciptakan perban perekat dengan mengoleskan permen karet atau getah panas ke kain linen untuk mengatasi luka. Cara perawatan luka ini masih digunakan sampai sekarang, dalam pengobatan modern.

Plester sangat penting untuk mempercepat penyembuhan luka. Membiarkan luka dalam keadaan terbuka malah akan mengeringkan sel-sel baru di permukaannya, sehingga memperparah rasa nyeri.
Luka juga membutuhkan kelembapan untuk sembuh. Dengan mengoleskan salep pada luka dan menutupnya dengan plester atau kain kasa, proses pemulihan luka akan lebih cepat.

Selain itu, plester luka berguna untuk melindungi luka dari kotoran, bakteri, dan infeksi lebih lanjut. Namun ada beberapa jenis luka yang bisa dibiarkan dalam keadaan terbuka. Misalnya pada keropeng berukuran kecil, luka gores, atau ulkus kulit.

Saat penanganan luka, ada beberapa langkah yang disarankan palang merah, pertama hentikan perdarahan dengan menahannya langsung pada luka. Produk nonresep bisa Anda gunakan, seperti plester pasaran yang ada di apotek. Bila Anda merasa perdarahan sudah berhenti, tapi Anda takut terjadi sesuatu, sebaiknya Anda segera mengunjungi dokter Anda.

Setelah darah berhenti, langsung bersihkan area yang terluka dengan air bersih atau air hangat. Tujuannya untuk mengurangi peluang terjadinya infeksi, lecet, atau kotor. Bersihkan luka selama kurang lebih 5 menit dengan air dan sabun halus. Jangan bersihkan dengan alkohol, hidrogen peroksida, iodin, atau mercurochrome yang bisa membahayakan jaringan dan memperlambat penyembuhan.

Namun perlu diketahui, penggunaan plester juga tidak bisa satu hari penuh. Sebaiknya diganti minimal dua kali dalam sehari. Penggantian biasanya dilakukan setelah mandi. Saat mandi, luka akan terkena air jika tidak ditutup. Padahal, lanjut Jaka, luka yang basah atau lembab dapat menjadi tempat yang nyaman bagi kuman untuk berkembang biak.

Bicara soal plester, salah satu plester terbaik saat ini adalah plester luka hansaplast. Selain berfungsi merawat luka, pihak brand Hansaplast menyatakan bahwa penggunaan plester luka tidak hanya untuk mengobati luka, namun juga memberikan kenyamanan ketika terjadi luka. Hal ini penting, apalagi jika anak-anak yang terluka, memberika plester obat bisa membantu anak merasa lebih nyaman karena terlindungi dan biasanya anak akan langsung aktif lagi. Hansaplast sendiri telah berinovasi sejak dahulu untuk tidak hanya sekadar merawat luka namun juga memberikan rasa nyaman dengan menambahkan komposisi zat aktif anti bacteria di dalam setiap helai plester obatnya yang akan bekerja cepat dan tepat sejak pertama kali plester obat di pasangkan pada luka.

Meskipun banyak plester luka lain yang memang di buat untuk melindungi luka, namun ada jenis kulit sensitif yang membutuhkan perlakukan ekstra ketika terjadi luka. Dengan inovasi Hansaplast, maka bagi seseorang yang memiliki sensitive skin tetap merasa nyaman saat terkena luka, karena plester luka Hansaplast akan melindungi dan merawat luka tanpa menimbulkan masalah. Pada plester luka Hansaplast terdapat kandungan Latex yang memiliki fungsi untuk menjaga luka agar tertutup rapat dan steril, di mana pada plester luka Hansaplast terdapat strip khusus yang memberikan jalan udara pada luka sehingga luka tidak lembab sekalipun tertutup plester selama beberapa hari.