Tak Perlu Megabintang untuk Menjadi Manchester City

Advertisement






20/4/2020 29/1/2019

Tak Perlu Megabintang untuk Menjadi Manchester City


Memiliki megabintang seperti Lionel Messi adalah keinginan semua klub, namun raksasa Liga Inggris, Manchester City, percaya bahwa tanpa megabintang, mereka tetap bisa menjadi raja. 


Manchester City benar-benar tampil sensasional musim ini. Setelah sempat terlempar dari 10 besar pada awal-awal musim Liga Inggris 2020-2021, skuad asuhan Pep Guardiola kini sudah nangkring di posisi puncak klasemen. 


Bukan sekadar jadi pemuncak, Man City kini memiliki selisih poin yang jauh dari pesaingnya. City saat ini telah mengumpulkan 53 angka dari 23 laga. 


Mereka punya 7 angka lebih banyak dari Man United. Bahkan, City masih menyisakan satu tabungan pertandingan. Jika menang, maka mereka berpotensi memperlebar jarak menjadi 10 poin. 


Keberhasilan City melesat bak roket di papan atas Liga Inggris tak terlepas dari keberhasilan mereka mencetak rekor sebagai tim pertama di Liga Inggris yang sukses meraih 16 kemenangan beruntun. 


Tak banyak yang menyangka rekor semacam ini bisa dipecahkan oleh Man City setelah awal musim yang sulit dan Liverpool yang begitu kuat pada musim lalu. Apresiasi tinggi pun patut diberikan kepada Pep Guardiola. 


Kehebatan yang ditunjukkan Man City musim ini seakan membantah kenyataan mereka tengah mengejar megabintang Barcelona, Lionel Messi. Selama setahun terakhir Man City memang menjadi destinasi nomor satu jika Messi pergi dari Camp Nou.

 


Ada beberapa faktor yang membuat Messi begitu lekat dengan City akhir-akhir ini, mulai dari keuangan yang sehat sampai keberadaan seorang Pep Guardiola. Namun, fakta membuktikan bahwa tanpa megabintang selevel Messi, Man City ternyata bisa melesat lebih tinggi dari Barcelona sekali pun. 


Rupanya hal ini juga tak luput dari perhatian seorang Pep Guardiola. Pelatih berkepala plontos itu sadar betul bahwa timnya sempat begitu diremehkan musim ini. 


Kepergian David Silva memang sempat membuat City goyah sehingga muncul wacana mendatangkan Lionel Messi. Namun, Guardiola membuktikan bahwa tanpa megabintang, timnya tetap mampu tampil luar biasa. 


"Kami tak punya satu pemain yang bisa menangkan laga seperti Cristiano, Neymar atau Messi, kami tak punya pemain yang menangi laga sendirian. Itulah mengapa saya bilang ke para pemain saya untuk bermain sebagai tim," ucap Guardiola dilansir dari Mirror.


"Jujur saya ingin punya pemain seperti itu, tapi saya tak akan mengubah pemain yang sudah kami miliki musim ini. Kadang ada momen terburuk yang dialami oleh tim besar, satu hal yang penting momen terbaik ialah semuanya dapat bermain dengan mudah," tutupnya.


Sekilas terlihat adanya kesombongan dari ucapan Pep, namun setelah melihat yang telah ia perbuat di Etihad Stadium, maka ia berhak 100 persen untuk berkata demikian. 


Selama ini banyak pihak beranggapan kesuksesan Guardiola di Barcelona hanyalah keberuntungan semata berkat keberadaan Lionel Messi. Namun di Man Ciy ia menegaskan bahwa dirinya bukanlah pelatih biasa.


Saat ini Man City memang tampil semakin padu di bawah Pep. Tak pernah sekali pun City dibuat kalah penguasaan bola di Liga Inggris. Man City dibawa Pep menjadi tim besar sejati. 



Hebatnya, keberhasilan City merebut puncak bukan tanpa ujian. Tak hanya tanpa megabintang, City bahkan ditinggal banyak bintangnya karena badai cedera. 



Sergio Aguero, Kevin De Bruyne, Fernandinho, Gabriel Jesus, sampai bek baru mereka Nathan Ake pernah menepi lama karena cedera. Namun, Man City di bawah Guardiola menunjukkan kesatuan skuad yang baik dengan mengandalkan materi pemain yang ada. 



Kini Guardiola bukan lagi pelatih spesialis klub pemilik megabintang atau bertabur bintang, namun ia juga mampu mencetak bintang baru. Hal itu dilakukannya di Man City terhadap Phil Foden. 



Siapa sangka, pemain muda Liga Inggris ini menjadi penyelamat bagi lini tengah Man City ketika ditinggal banyak bintangnya. Sungguh, saat ini tak perlu seorang megabintang untuk menjadi seperti Manchester City asuhan Pep Guardiola.